Selasa, 03 Mei 2022

Tanpa Pemekaran, Daerah Terpencil di Papua Hanya “Jalan Di Tempat”


Rencana Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua yang tengah dibahas secara internsif oleh DPR RI diketahui mendapat dukungan dari sejumlah tokoh masyarakat. Wali Kota Jayapura dalam keterangannya menanggapi dinamika DOB, dirinya menyebutkan bahwa tujuan dilakukan pemekaran adalah untuk pemerataan pembangunan dan kesejahteraan.

“Saya mendukung pemekaran Papua, guna pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, serta memperpendek rentang kendali pelayanan kepada masyarakat," kata Benhur Tommy Mano. (4/5)

BTM dalam penyampaiannya juga menyebutkan bahwa DOB akan mendorong sejumlah daerah untuk lebih giat dalam berlomba-lomba membangun wilayahnya masing-masing. Hal tersebut yang dianggap oleh Benhur sebagai reaksi positif setelah diresmikannya DOB.

"Dengan DOB, pembagian wilayah merata, sehingga provinsi bisa berlomba-lomba membangun daerahnya masing-masing, tidak hanya tertumpuk pada ibukota provinsi di Papua. Sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, dan lainnya secara signifikan akan bertumbuh,” ujarnya.

Sementara Bupati Merauke Romanus Mbaraka sebelumnya menyatakan bahwa pembentukan DOB di wilayah Papua bagian selatan perlu dipertegas dan dipercepat prosesnya. Dalam catatan diketahui bahwa calon provinsi Papua Selatan adalah wilayah yang paling siap untuk menerima mandat dalam melaksanakan otoniminya.

"Pada dasarnya kami di Papua Selatan yang terdiri dari Merauke, Mappi, Boven Digoel, dan Asmat, secara total sangat setuju untuk pemekaran dapat dilakukan dan dipercepat," kata Romanus.

Menurutnya pemekaran di Papua wajib untuk dilakukan sebab dirinya merasa bahwa faktor geografis yang teramat luas telah menghambat proses pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat.

"Dengan luas wilayah yang sedemikian rupa, mau tidak mau, dan suka tidak suka (pemekaran harus dipercepat). Selama ini terlihat bagaima wilayah yang tidak tersentuh oleh pelayanan pemerintah akan jalan di tempat, bahkan setelah sepuluh tahun pun belum tentu ada perubahan," ungkapnya.

Berbeda dengan beberapa wilayah lain di Papua, Romanus menyebutkan bahwa masyarakat di wilayah Papua Selatan sudah sangat menanti DOB untu segera terealisasi. Bahkan pihaknya menjelaskan bahwa rencana pemekaran Papua Selatan bahwa sudah pernah dibahas belasan tahun silam.

"Di Selatan Papua kami hidup penuh damai, faktornya karena seluruh masyarakat di Selatan Papua ini sudah sangat setuju untuk pemekaran. Lebih dari itu juga karena Papua adalah bagian terintegrasi dari Indonesia," ujar Romanus.

0 komentar:

Posting Komentar