Sabtu, 21 Mei 2022

Terungkap Kebohongan ULMWP Soal Kedatangan KT HAM PBB ke Papua


Isu kemanusiaan di Papua yang santer dikabarkan oleh kelompok separatis ULMWP dan dikaitkan dengan kabar kedatangan Komisi Tinggi HAM PBB diketahui kabar yang tidak tepat bohong. Direktur HAM dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri Ri, Achsanul Habib, dalam keterangannya menjelaskan bahwa tidak pernah ada forum resmi yang membahas rencana kedatangan KT HAM PBB ke Papua.

“Dapat dipastikan bahwa isu kedatangan KT HAM PBB adalah propaganda yang sengaja dilakukan oleh kelompok-kelompok yang terafiliasi dengan gerakan prokemerdekaan di Papua, karena memang tidak pernah ada forum resmi yang merencanakannya,” ungkap Achsanul Habib dalam keterangannya. (21/5)

Achsanul Habib menambahkan bahkan dalam sesi sidang tahunan ke-49 yang telah dilangsungkan di Jeneva, Swiss, (28/2/2022)  bahwa tidak pernah disinggung terkait Indonesia terlebih isu pelanggaran HAM di Papua.

“Sesi ke 49 Sidang Dewan HAM PBB di Jeneva juga bahwa tidak pernah menyinggung terkait agenda dan bahasan tentang Indonesia, apalagi isu pelanggaran HAM di Papua. Pertemuan saat itu intens membahas penanganan pandemi,” terangnya.

Keterangan Achasnul Habib tersebut seolah menegaskan bahwa rencana datangnya KT HAM PBB ke Papua adalah salah satu bentuk propaganda yang sengaja dilakukan ULMWP sebagai salah satu organisasi separatis. Kabar diketahui sempat ramai dibantah bahkan oleh Sebby Sambom yang merupakan Juru Bicraa Kelompok Separatis Bersenjata.

“Perjuangan untuk membebaskan Papua bahkan sudah dikotori oleh kepentingan yan dibawa ULMWP lewat agendanya di dalam negeri ataupun di luar negeri. Mereka sengaja menciptakan kabar kedatangan KT HAM PBB untuk tujuan lain,” jelas Sebby Sambom.

Sebby Sambom bahkan menyebutkan isu kedatangan hanya permainan ULMWP untuk mendapatkan bantuan uang, sebab diketahui secara kolektif ULMWP kedapatan menarik uang sumbangan yang diperoleh dari sejumlah lembaga swadaya dan kepengurusannya di berbagai wilayah.

“Uang adalah segalanya bagi ULMWP, kerena memang mereka harus membiayai makan dan rumah tinggal bagi ketuanya (Benny Wenda), atau bagi anggota lainnya yang tersebar di luar negeri. Tapi melihat bagaimana cara mereka mencari uang dengan berbohong, itu sudah sangat keterlaluan,” katanya.

0 komentar:

Posting Komentar