Jumat, 27 Mei 2022

Tokoh Adat Jayawijaya Minta Pemekaran Disegerakan


Pemekaran dianggap sebagai salah satu upaya yang sangat mendesak untuk disegerakan pelaksanaannya, hal tersebut diungkapkan oleh sejumlah tokoh yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Jayawijaya. (27/5)

Herman Doga dalam keterangannya menyebutkan bahwa aksi-aksi penolakan Daerah Otonomi Baru (DOB) penuh dengan kepentingan, terutama bagi kelompok yang kerap bertentangan dengan pemerintah. Dirinya turut menyayangkan kelompok mahasiswa dan para pemuda telah dimanfaatkan untuk kepentingan yang tidak jelas.

“Mereka yang menolak DOB itu punya kepentingan, ada sejumlah elit Papua yang tidak mau Papua menjadi daerah yang maju. Mahasiswa dan para pemuda ini sedang dimanfaatkan hanya untuk kepentingan yang tidak jelas,” ungkap Herman.

Upaya menolak DOB disebutkan Herman Doga telah menya-nyiakan kesempatan dan harapan besar terkait kesejahteraan bagi Papua.

“Kita di Papua ini diberikan harapan besar, ini kesempatan besar untuk Papua. Kalau ditolak maka kita mau seperti apa? Kita orang Papua mau kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.

Dikesempatan yang sama Kepala Suku Heribertus Mabel menegaskan bahwa pemerintah memiliki andil yang tepat untuk membawa perubahan baik bagi Papua. Sehingga menurutnya tidak perlu banyak menanggapi aksi sepihak yang dilakukan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab. 

"Kalau sudah benar maka lanjutan, kami sebagai orang-orang tua pasti mendukung. Jadi pemerintah itu tidak perlu banyak menanggapi kelompok yang menolak, mereka itu sudah jelas punya kepentingan lain, mereka tidak bertanggung jawab," tambahnya.

Heribertus menambahkan kota Wamena sebagai wilayah penyangga di Pagunungan Tengah Papua perlu mendapat perhatian yang lebih lewat adanya pemekaran.

"Pegunungan Tengah itu hampir seluruhnya bergantung dengan Wamena, semua barang-barang disuplai dari sini, makanya untuk memajukan Pegunungan Tengah itu harus dimulai dari Wamena, caranya segerakan pemekaran karena Wamena akan menjadi Ibukotanya," ujarnya.

0 komentar:

Posting Komentar