Selasa, 10 Mei 2022

Wilayah Adat Saireri Minta Pemekaran Ditengah Kabar Penolakan


Menanggapi aksi sepihak terkait penolakan pemekaran yang dilakukan oleh kelompok tidak bertanggung jawab, salah seorang Tokoh Masyarakat Kabupaten Biak menyampaikan bahwa pemekaran adalah kebijakan yang sesungguhnya telah dinantikan oleh rakyat Papua yang menginginkan kesejahteraan.

Jon Rumkorem dalam keterangannya menyebutkan bahwa pemekaran bagi Papua sudah dinantikan sejak tahun 2004 pada pertama kali direncanakan. Pemekaran provinsi ditegaskan Jon Rumkorem sebagai keinginan dan aspirasi rakyat.

“DOB (Daerah Otonomi Baru/Pemekaran) sudah kami tunggu-tunggu sejak tahun 2004, ini adalah aspirasi yang kami sampaikan kepada pemerintah, kami sendiri yang mau karena kami sadar kalau hal itu bisa membuat orang Papua semakin sejahtera,” ungkap Jon Rumkorem. (11/5)

Jon Rumkorem menambahkan bahwa aksi penolakan pemekaran adalah tindakan yang merugikan, dirinya melihat bahwa kelompok yang melakukan penolakan terhadap DOB tidak bisa memahami situasi yang dibutuhkan orang Papua.

“Kita itu seharusnya bisa melihat apa yang sedang dibutuhkan orang Papua. Pembangunan, kesejahteraan, itu semua yang sekarang ini kita mau. Tidak bisa orang Papua selalu hidup dengan keterbatasan makanya pemekaran itu sangat perlu. Mereka yang menolak berarti sedang mengubur harapan dan masa depan Papua,” tambahnya.

Pemerintah dalam rencananya tengah membahas penambahan 3 wilayah provinsi baru, diantaranya adalah Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan Tengah. Hal tersebut turut dianggap sebagai upaya yang sangat tepat, terlebih wilayah di jajaran pegunungan Papua masih minim akses dan pemerataan pembangunan.

“Memang kalau kita melihat Papua secara menyeluruh, masih ada beberapa wilayah yang sangat membutuhkan perhatian lebih dari negara. Daerah-daerah di pegunungan sana memang harus segera pemerintah turun tangan. Makanya pemekaran itu sudah sangat tepat, semua akan berjalan dan pembangunan dapat terjadi, dampaknya tentu masyarakat sendiri yang akan merasa dimudahkan,” kata Jon Rumokorem.

Namun Jon Rumkorem menyela jika beberapa wilayah di pegunungan tersebut tidak menghendaki adanya pemekaran, dan rancangan undang-undang masih memungkinkan untuk diubah, dirinya meminta agar pemekaran di wilayah Lapago dan Meepago dapat dialihkan ke Wilayah Adat Saireri.

“Sebelumnaya kepulauan di Saireri termasuk kabupaten Nabire itu sempat muncul wacana untuk dimekarkan, tapi mungkin sekarang ini masih harus ditunda. Padahal masyarakat Saireri sebenarnya sudah siap untuk menerima dan membangun wilayahnya. Kalau memang dikehendaki, alihkan saja pemekaran itu kesini, tapi Kembali lagi ke negara, semua ada tingkat prioritasnya,” ungkapnya.

Jon Rumkorem dalam penuturannya meyakin jika Wilayah Saireri dimekarkan, maka wilayahnya akan semakin maju dan mandiri. Dirinya menilai kemajuan di wilayah Saireri akan cepat terjadi karena didukung peran masyarakat.

“Kalau memang bisa dimekarkan, semakin terbukanya akses pemerintahan akan membuat Saireri menjadi wilayah yang sangat sejahtera, kami benar-benar akan mandiri dan masyarakatnya semakin berkembang. Sebab isu ruang-ruang yang terhambat karena birokrasi sebelumnya tidak lagi terjadi,” tutup Jon Rumkorem.

0 komentar:

Posting Komentar