Senin, 13 Juni 2022

Aksi Korupsi Membawa Papua pada Jurang Keterpurukan


Tokoh pemerharti Papua menyebutkan penetapan Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak (RHP) sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi dapat menciptakan iklim birokrasi dan politik di Papua menjadi lebih sehat.

"Kita bisa bersyukur karena kasus ini setidaknya bisa membuat iklim birokrasi kita menjadi lebih sehat, setidaknya mereka yang mengaku punya jabatan akan lebih merasa takut jika masih terus bermain api," ungkap Agustinus R. (13/6)

Menurutnya aksi KPK dalam menetapkan RHP sebagai tersangka juga betkaitan dengan sejumlah tokoh birokrat Papua yang diduga tersandung kasus korupsi. Sehingga Agustinus mengatakanbbahwa bukan tidak mungkin KPK akan kembali menemukan pelanggaran terkait tindak pidana korupsi di Papua.

"Sebelumnya kita dengar ada beberapa kepala daerah yang sudah dicium KPK, sekarang RHP sudah ditetapkan jadi tersangka. Bukan tidak mungkin dalam waktu dekat akan ada tersangka baru lainnya," ujarnya.

Agustinus menjelaskan bahwa kasus yang menjerat RHP telah menjadi peringatan keras bagi seluruh elemen pemerintahan daerah di Papua agar jangan sekali-kali melakukan kecurangan.

"Apa yang sekarang ini terjadi sebenarnya juga menjadi peringatan keras bagi seluruh kepala daerah. Intinya jabatan yang disandangnya itu adalah tanggung jawab yang besar, jangan mencoba untuk curang dan berbuat kerugian. Karena korupsi itu korban sesungguhnya adalah rakyat sendiri," ujarnya.

Agustinus menambahkan bahwa sesungguhnya kondisi rakyat Papua terlebih Mamberamo Tengah yang merupakan salah satu daerah pemekarab baru masih sangat membutuhkan perhatian. Kepentingan pribadi yang dilakukan oleh perangkat daerah akan membuat Papua semakin terpuruk. 

"Masyarakat Papua masih perlu perhatian, apalagi Mamberamo Tengah. Mereka baru saja membuka jadi kabupaten baru, masyarakat disana masih punya banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Kepentingan pribadi seperti yang dilakukan RHP akan membuat Papua semakin terpuruk," katanya.

0 komentar:

Posting Komentar