Kamis, 16 Juni 2022

Aksi Penolakan DOB Bukan Aspirasi Orang Papua


Meski rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) atau pemekaran Papua sudah mendapat rekomendasi serta persetujuan dari elemen masyarakat adat pada 7 wilayah adat di Papua dan Papua Barat, diketahui terdapat sekelompok yang  untuk menunda program pro-rakyat tersebut.

Terkait hal tersebut salah seorang tokoh masyarakat di Kabupaten Merauke, Darius Gebze mengungkapkan bahwa terdapat poteberupayansi kerusuhan dan aksi-aksi anarkisme dalam dinamika pembentukan DOB. (17/6)

"Saya merasa kalau situasi seperti ini terus terjadi, maka bukan tidak mungkin kerusuhan terjadi. Karena potensinya ada, aksi anarkisme menjadi ancaman nyata," ujar Gebze.

Meski kerap mengatasnamakan orang Papua, Darius Gebze menilai jika aksi KNPB/PRP yang kerap melakukan penolakan terhadap pemekaran hanya sedang mengupayakan kepentingan dari kelompok elit Papua. Menurutnya tidak ada dasar kuat pengatasnamaan bagi orang Papua, sebab orang Papua sendiri sudah membuka jalan atas rencana pemekaran.

"Ada kepentingan dari kelompok elit yang sengaja dititipkan ke KNPB/PRP, karena dua kelompok itulah yang sekarang ini punya kekuatan massa. Sebenarnya ini tidak tepat, mereka mengatasnamakan orang Papua, padahal kita sendiri yang minta pemekaran," tambahnya.

Darius dalam keterangannya meminta kepada aparat penegak hukum di Papua untuk dapat bertindak tegas dan pengantisipasian aksi-aksi yang merusak kedamaian di Papua. Dirinya mendukung upaya aparat untuk menangkap para tokoh pergerakan yang kerap memprovokasi keadaan jika memang diperlukan.

"Tentunya kami sangat berharap jika orang-orang yang suka bikin kacau itu lebih baik ditangkap jika memang terbukti melakukan kesalahan. Kita tidak mau ada kekacauan, makanya lebih baik diantisipasi sejak awal," ungkapnya.

0 komentar:

Posting Komentar