Kamis, 16 Juni 2022

Bom Waktu, ULMWP Mulai Ditinggalkan Rakyat


Tokoh perjuangan gerakan pemebebasan Papua menyebut organisasi United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang diketuai oleh Benny Wenda tengah mengalami masa krisis menyoal dinamika politik yang terjadi di dalam negeri.

Abihud Degei mengatakan bahwa ULMWP ataupun Pemerintahan Sementara bentukan Benny Wenda sedang mengupayakan sebuah aksi karena merasa tersaingi dengan komponen perjuangan seperti KNPB ataupun PRP yang berulang kali membuat gerakan, aksi, dan tuntutan.

“Baru-baru ini kita disibukkan dengan gerakan dalam negeri yang dilakukan oleh KNPB atuapun PRP, ternyata apa yang terjadi itu tidak disukai oleh ULMWP. Ada perasaan tidak mau tersaingi, makanya Benny Wenda sedang mengupayakan sesuatu,” ujar Degei. (15/6)

Benny Wenda yang mengklaim telah melakukan pertemuan bersama sejumlah anggota Parlemen Inggris dinilai oleh Abihud Degei sebagai propaganda agar nama ULMWP ataupun Pemerintahan Sementara tidak tenggelam.

“Ya supaya nama ULMWP/Pemerintahan Sementara tidak tenggelam. Tidak bisa kita pungkiri kalau aksi di dalam negeri banyak sekali melibatkan rakyat, makanya Benny Wenda khawatir. Sebenarnya apa yang dikerjakannya sekarang ini hanya sebagai propaganda saja,” tambahnya.

Menurut Abihud Degei, ULMWP bahkan sudah mulai ditinggalkan oleh rakayat Papua sejak beberapa tahun terakhir. Hal tersebut diungkapkannya sebab ULMWP sangat jarang sekali melibatkan rakyat sebagai objek.

“ULMWP sudah tidak pernah lagi melibatkan peran rakyat, padahal tujuan perjuangan itu adalah untuk rakyat. ULMWP seperti bergerak sesuai kemauan orang-orangnya saja, jadi wajar jika sekarang rakyat sudah banyak yang tidak percaya dengan ULMWP,” tegas Degei.

0 komentar:

Posting Komentar