Sabtu, 04 Juni 2022

Kelompok Penolak DOB Diduga Terafiliasi Gerakan Separatisme di Papua


Dinamika mengenai rencana pemerintah mengesahkan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua masih terus terjadi,namun tokoh pemuda asal Papua menegaskan bahwa kelompok yang aktif melakukan penolakan terhadap pemekaran diduga .emiliki keterikatan yang kuat dengan gerakan separatisme.

"Kelompok yang sekarang ini sibuk menolak setiap kemajuan itu punya kepentingan khusus, jika ditelusuri terus maka akan nyata terlihat kalau mereka punya keterikatan dengan gerakan separatisme," ungkap Ali Kabiay sebagai tokoh pemuda asal Papua. (4/6)

Dalam penuturannya Ali Kabiay mengatakan bahwa negara harus jeli melihat situasi yang terjadi di lapangan terkait pro/kontra pemekaran. Menurutnya negara punya wewenang yang berkaitan dengan kedaulatan dalam menentukan kebijakan DOB di Papua.

"Jika dilihat dari pembahasan sebelumnya maka negara berhak secara penuh untuk mengesahkan pemekaran, bahkan pemekaran bukan hanya untuk memberi kesejahteraan bagi orang Papua, namun ada kedaulatan yang harus ditegakkan, kalau perlu memang tidak usah dihiraukan kelompok seperti mereka," tambahnya.

Ali Kabiay menegaskan bahwa aksi perlawanan terhadap negara telah banyak disuarakan dalam mimbar bebas yang dilakukan oleh kelompok KNPB ataupun Petisi Rakyat Papua (PRP) dalam aksinya menolak pemekaran. 

"Sangat jelas terlihat kalau aksi demo yang dilakukan KNPB dan PRP itu berseberangan dengan NKRI. Tidak ajarang ada bahasa yang merendahkan, makian, bahkan secara terang-terangan menolak pemerintahan NKRI," kata Ali Kabiay. 

Terkait polemik yang ditimbulkan akibat penolakan DOB di Papua, Ali Kabiay menegaskan bahwa hal tersebut sudah menjadi kewajiban aparat untuk menanganinya. Sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir apalagi sampai terprovokasi untuk melakukan tindakan yang tidak dibenarkan.

"Kita punya aparat yang pasti siap untuk menangani setiap permasalahan. Jadi kita sebagai masyarakat tidak perlu merasa takut, jangan ada yang terprovokasi. Kita lebih baik fokus saja menata masa depan yang lebih baik," ujarnya.

0 komentar:

Posting Komentar