Kamis, 09 Juni 2022

Mahasiswa Makassar Dihadapkan Konflik Akibat Provokasi Jefry Wenda


Kabar terkait pengepungan asrama Papua di Kota Makassar semakin runyam. Hal tersebut tak terlepas dari peran juru bicara organisasi Petisi Rakyat Papua (PRP), Jefry Wenda. Diketahui bahwa PRP merupakan organisasi yang berhaluan separatisme di Papua. (9/6)

Menanggapi kabar tersebut tokoh senior Papua menyebutkan bahwa Jefry Wenda telah melakukan aksi provokasi dan secara nyata menciptakan konflik horizontal lewat unggahannya di seosial media.

"Jefry Wenda muncul sebagai sosok yang kontras, dia secara nyata telah melakukan provokasi yang maksudnya untuk membentuk konflik horizontal di Kota Makassar. Padahal dia tidak memahami betul akar permasalahan yang terjadi," ujar Franz Korwa dalam keterangannya.

Menurut Korwa, Jefry hanya mempublikasi narasi sepihak dari satu sisi sudut pandang yaitu kelompok mahasiswa Papua di Kota Makassar. Hal tersebut sangat dimungkinkan sebab Jefry memiliki keterikatan dengan para mahasiswa tersebut.

"Tentu Jefry punya hubungan dengan mahasiswa disana, sehingga apa yang diklaimnya hanya dari satu sisi sudut pandang. Sehingga jika berita yang dikabarkan itu tentang ancaman, pembungkaman, bahkan pengepungan maka itu wajar. Jefry ingin memberi gambaran jika pihaknya telah diintimidasi meski fakta yang terjadi di lapangan tidak diketahuinya," tambahnya.

Korwa menjelaskan seharusnya Jefry Wenda tidak memperburuk situasi. Sebab provokasi yang dilakukannya tanpa memahami fakta sebenarnya hanya akan membuat mahasiswa semakin terjebak dalam permasalahan.

"Jefry tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan dengan kebebasan bersosial media dia telah menggiring opini publik sesuai dengan kemauannya. Tapi jika aksi seperti itu terus dilakukan maka yang akan menerima akibatnya adalah mahasiswa sendiri. Secara tidak langsung mahasiswa sudah dihadapkan dengan permasalahan yang panjang," tegas Korwa.

Diketahui sebelumnya telah terjadi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa Papua di Kota Makassar. Sejumlah warga dan para pedagang setempat disebutkan telah menjadi korban sebab unjuk rasa justru berujung aksi anarkisme.

0 komentar:

Posting Komentar