Rabu, 22 Juni 2022

Papua Selatan Semakin Siap Sambut DOB, “Pemekaran adalah Aspirasi Rakyat Sendiri”


Awal kesejahteraan bagi masyarakat Papua dianggap akan sangat bergantung pada pelaksanaan pembangunan dan pemerataan. Menurut Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, menganggap bahwa pembangunan yang minim telah menjadi penghambat bagi orang Papua untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Orang Papua itu punya potensi yang besar, belum lagi kalau kita pikirkan kalau tanah Papua sangat kaya. Seharusnya dua faktor itu sudah mampu membuat Papua menjadi daerah maju, tapi ternyata potensi yang dimiliki orang Papua tidak tersalurkan, semua terhambat karena minimnya pemerataan pembangunan,” ungkap Omaleng. (22/6)

Oleh sebab itu, Eltinus Omaleng sangat mendorong rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang dimaksudkan untuk memperkecil rentang kendali pemerintah daerah. Menurutnya dengan luas wilayah yang besar, Papua tidak cukup hanya dikelola oleh satu provinsi.

“Besarnya Papua ini tidak bisa ditanggulangi dengan satu provinsi saja, pekerjaannya demi peningkatakan kesejahteraan akan semakin mudah jika memang dibagi (beberapa provinsi). Maka sudah benar rencana tentang pemekaran,” tambahnya.

Sementara Papua Selatan yang digadang-gadang sebagai daerah yang sangat siap menerima pemekaran sudah semakin “bersolek”. Empat Bupati Papua Selatan secara resmi telah mendeklarasikan dukungan atas pembentukan Provinsi Papua Selatan yang akan beribukota di Merauke.

“Sudah resmi, kami bupati di 4 kabupaten sudah membentuk tim pemekaran Provinsi Papua Selatan. Harapannya untuk mempermudah koordinasi dan mendukung secara penuh rencana pemekaran. Karena kami di Papua Selatan itu sudah sangat menunggu momen ini,” ungkap Wakil Bupati Asmat, Thomas Safanpo sebagai Ketua Tim Pemekaran Provinsi Papua Selatan.

Disinggung terkait dinamika yang terjadi atas rencana pemekaran, Thomas Safanpo menyebutkan bahwa di wilayah Papua bagian selatan tidak pernah terjadi gejolak terkait pemekaran. Dirinya menegaskan bahwa seluruh rakyat di Papua Selatan sangat mendukung kebijakan tersebut.

“Memang karena ini semua adalah kemauan dari rakyat, aspirasi dan kemauan mereka sendiri, jadi hampir dipastikan tidak pernah ada aksi yang masif apalagi sampai menjadi konflik. Tentu kami syukuri, artinya rakyat disini sudah memahami potensi dan kemanfaatan setelah dilakukannya pemekaran nanti,” ujarnya.

0 komentar:

Posting Komentar