Senin, 06 Juni 2022

Respon Pembekuan MRP, “Lakukan! Mereka Hanya Membawa Konflik”


Upaya pemerintah untuk membangun kemajuan dan kesejahteraan bagi orang Papua justru mendapat hambatan yang berasal dari komponen elit. Majelis Rakyat Papua (MRP) disebutkan sebagai salah satu biang konflik terkait dinamika pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB. (7/6)

Salah seorang tokoh senior Papua, Dr. Etinus Murib, MH dalam keterangannya menyebutkan bahwa kabar pembekuan MRP untuk digantikan oleh Lembaga Masyarakat Adat (LMA) dapat dilakukan jika dinilai situasinya telah mengharuskan. Menurut Murib MRP hanya merupakan organisasi yang dibentuk berdasarkan otonomi khusus sebagai “penyambung lidah” LMA.

“Dalam tingkatannya bisa dibilang kalau LMA tetap berada diatas MRP, karena setiap rekomendasi itu berasal dari diskusi yang dilakukan oleh LMA disejumlah wilayah adat. MRP seakan hanya terima barang yang sudah jadi untuk dilaporkan kembali kepada pihak ketiga, MRP hanya sedikit beruntung karena keberadaan mereka sah menurut undang-undang,” ujar Murib dalam keterangannya.

Diketahui bahwa rekomendasi sebagai buah dari hasil musyawarah LMA telah disalahgunakan oleh MRP untuk kepentingan lain. Dirinya menyebutkan bahwa polemik otsus dan pemekaran wilayah adalah contohnya, sebab diketahui bahwa sejumlah LMA telah menyepakati bahwa kedua kebijakan tersebut dirasa bermanfaat sebagai upaya membangun kesejahteraan bagi orang Papua.

“Kalau dirasa memang diperlukan, mudah saja MRP dibekukan. Sebab maksud dibentuknya MRP adalah untuk mengakomodir setiap aspirasi yang dirasakan oleh orang Papua, tapi belakangan kita sadar kalau MRP bahkan tidak bekerja sesuai koridornya. Hasil musyawarah LMA disalah artikan untuk kepentingan yang tidak jelas,” tambah Murib.

Terkait kabar pembekuan MRP, Murib mengaku mendukung hal tersebut. Menurutnya faktor kesejahteraan adalah fokus utama dalam program pembangunan yang sedang diupayakan oleh pemerintah. Dirinya juga melihat kalau MRP saat ini sedang sibuk bermain politik dan mengesampingkan tugas utamanya.

“Saya pribadi mandukung upaya pembekuan MRP, karena perjalanan MRP sekarang ini jauh dari apa yang kita harapkan. Mereka disana justru sibuk bermain politik bahkan sampai lupa tentang apa saja tugas mereka. MRP tidak pernah bisa membawa perubahan dan justru selalu mengundang konflik,” tutup Murib.

0 komentar:

Posting Komentar