Selasa, 21 Juni 2022

Simpatisan KNPB/PRP Mulai Panik karena Tokoh dan Pejabat Sepakati DOB Disahkan


Tokoh adat asal Kabupaten Jayapura menganggap simpatisan gerakan penolak pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) mulai merasa tersingkirkan dan panik, hal tersebut diketahuinya setelah Gubernur Papua Lukas Enembe memberi lampu hijau kepada pemerintah pusat soal akan disahkannya kebijakan pro-rakyat tersebut. (21/6)

Yanto Eluay dalam keterangannya menyebutkan bahwa kelompok KNPB dan PRP yang kerap melakukan demo untuk menolak DOB sebelumnya sudah mulai menbar ancaman. Diketahui ujaran kebencian terhadap Lukas Enembe mulai menyeruak setelah keputusannya mendukung DOB di Papua.

“Setelah gubernur memutuskan untuk mendukung DOB, ada simpatisan dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab mulai memperlihatkan eksistensinya. Mereka mulai menebar ancaman dan sudah melakukan ujaran kebencian kepada pihak yang mendukung DOB,” ungkap Yanto Eluay.

Yanto Eluay yang mengapresiasi langkah Lukas Enembe untuk memberi restu terhadap pemekaran juga mengungkapkan bahwa kelompok KNPB dan PRP perlu mendapat perhatian lebih, dirinya mengatakan bibit ancaman yang merusak situasi kamtibmas tidak boleh diberikan ruang.

“Tindakan yang dilakukan KNPB dan PRP itu tidak baik, sehingga jangan sampai kita dan seluruh orang di Papua ini menanggung akibatnya. Padahal tujuan diberlakukannya DOB adalah untuk menunjang kesejahteraan Papua, jangan sampai tujuan yang baik malah dirusak,” tambahnya.

Yanto Eluay juga mengkritik aksi KNPB dan PRP yang dianggapnya bertolak belakang dengan sejumlah tuntutannya sendiri terutama tentang pemenuhan hak bagi setiap orang. Yanto menegaskan bahwa aksi menolak pemekaran adalah sikap tidak mau menghormati keputusan bersama dan cenderung sangat memaksakan kehendak.

“Kalau kita telusuri lagi Papua memang butuh pemekaran, makanya semua tokoh dan pejabat pemerintahan di daerah-daerah yang merasa memiliki tanggung jawab untuk membangun Papua pasti mendukung pemekaran. Tapi mengapa ada pihak-pihak yang menolak? Pemekaran sudah menjadi keputusan terbaik yang harusnya dihormati,” ujarnya.

Yanto menganalisis bahwa setiap kelompok yang kontra akan pemekaran memiliki tujuan menyimpang dari cita-cita bangsa. Dirinya menduga bahwa kelompok KNPB dan PRP sedang membawa “pesanan” kaum elit yang memiliki kepentingan atas Papua.

“Tidak mungkin aksinya muncul begitu saja, pasti ada otaknya dibelakang semua ini. Para kelompok elit yang punya kepentingan di atas tanah Papua bahkan dengan mudahnya mengkorbankan kehidupan orang Papua sudah menitipkan pesan-pesan kepada dua organisasi itu, sebenarnya KNPB dan PRP itu juga korban tapi mereka sudah dibutakan keadaan,”

0 komentar:

Posting Komentar