Minggu, 19 Juni 2022

Teror Kelompok Separatis Selalu Berlindung Dibalik Warga Sipil


Peristiwa penyerangan terhadap anggota Kepolisian yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Kota Wamena ditanggapi serius oleh tokoh masyarakat Kabupaten Jayawijaya Alberto Kogoya. Disebutkan bahwa aksi keji tersebut sudah masuk dalam ranah pidana juga sebagai bentuk perlawanan terhadap negara. (20/6)

“Bisa dikatakan kalau peristiwa kemarin adalah salah satu bentuk perlawanan terhadap negara, tindakannya sudah pastti melanggar pidana, harus ditindak tegas,” ungkap Alberto.

Menurut Alberto aksi yang dilakukan oleh pelaku yang diduga terafiliasi dengan gerakan separatis telah merugikan masyarakat di Distrik Napua. Alberto meyakini jika pelaku bukan merupakan warga asli Napua.

“Secara tidak langsung kami masyarakat asli Napua sudah disudutkan dengan peristiwa kemarin, nama baik masyarakat Napua sudah dikotori oleh tindakan pelaku, saya juga tidak yakin kalau pelaku memang orang asli Napua,” ujarnya.

Alberto mengungkapkan jika perlawanan terhadap TNI/Polri nyata dilakukan oleh kelompok separatis, maka jangan libatkan masyarakat sipil. Sebab menurutnya aksi terror yang kerap dilakukan kelompok separatis selalu berlindung dibalik warga sipil.

“kalau memeng mereka itu minta perang, maka hadapi saja TNI/Polri sebagai penjaga negara ini. Jangan sekali-sekali berlindung dibalik warga sipil. Itu artinya kelompok separatis pengecut,” ungkap Alberto.

Dalam kesempatannya Alberto menegaskan bahwa pihaknya bersama aliansi pemuda Jayawijaya menolak segala bentuk aksi yang dapat mengundang konflik.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap situasi di Papua, jangan ada pihak yang merusak ketenteraman, jangan mengundang konflik. Kami orang Papua mau hidup damai, kami mau tenang,” kata Alberto.

0 komentar:

Posting Komentar