Jumat, 24 Juni 2022

Tokoh Papua Singgung Aksi Kelompok Separatis Benturkan Isu Sosial


Sejumlah kelompok terafiliasi gerakan separatisme di Papua kembali memainakn isu sara dengan mempermasalahkan pernyataan yang dianggap sebagai rasisme. Menurut salah seorang tokoh senior Papua, Franz Korwa, dalam keterangannya menyebutkan bahwa upaya kelompok tersebut juga merupakan bagian yang harus dihindari karena mengandung maksud provokasi.

“Bukan permasalahan rasis, memang aksi rasisme juga tidak bsia dibenarkan. Namun yang harus disadari adalah pernyataan yang muncul dari kelompok-kelompok anti pemerintah itu juga bagiand ari provokasi. Sehingga kita sebagai masyarakat juga tidak boleh begitu saja terpengaruh,” ungkapnya. (24/6)

Korwa menjelaskan bahwa tujuan kehidupan bermasyarakat adalah untuk membangun peradaban lewat kebersamaan. Sehingga setiap bentuk aksi yang menyulut perpecahan tidak perlu mendapat perhatian lebih.

“Tujuan kita hidup itu untuk bersosial, nilai kebersamaan itu yang perlu. Tidak perlu kita menanggapi pernyataan-pernyataan yang sifatnya memecah belah,” tambahnya.

korwa dalam keterangannya menyebutkan bahwa kelompok yang terafiliasi dengan gerakan separatisme akan berupaya memanfaatkan setiap isu yang dimaksudkan untuk mengangkat eksistensi gerakan separatis.

“Mungkin daun jatuh kalau itu bisa mengangkat isu dan eksistensi gerakan separatis juga pasti dimanfaatkan, intinya semua yang memungkinkan akan selalu dimanfaatkan. Memang ini tidak adil, kalau mau dilihat perkembangan yang terjadi di Papua itu harusnya lebih bisa kita syukuri.

Korwa juga mengatakan bahwa permasalahan kecil tidak harus dibesar-besarkan, apalagi sampai harus menyulut konflik. Persoalan hingga kerusuhan yang akhirnya melumpuhkan Papua pada tahun 2019 harus bisa dijadikan pelajaran berharga.

“Kita harusnya mulai belajar lagi dengan kejadian tahun 2019, siapa yang mau konflik semacam itu kembali terulang. Masalah kecil yang seharusnya tidak memberi dampak destruktif jangan pernah dibesar-besarkan. Jangan lagi kita terpengaruh,” tutup Korwa.

0 komentar:

Posting Komentar