Sabtu, 11 Juni 2022

ULMWP “Mulai Ganggu” Aksi PRP karena Kurang Eksistensi


Juru bicara organisasi Petisi Rakyat Papua (PRP) Jefry Wenda merasa dirinya mendapat tekanan pasca beberapa kali dilakukannya aksi unjuk rasa. Diketahui Jefry Wenda yang merupakan salah satu inisiator aksi menuntut penolakan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) dan kebijakan otonomi khusus (otsus) di Papua. (11/6)

“Belakangan saya sering mendengar kabar miring yang merendahkan aksi-aksi Petisi Rakyat Papua. Padahal apa yang sedang PRP lakukan bukan aksi yang mudah, berulang kali PRP sampai harus bersitegang dengan aparat keamanan,” ujar Jefry.

Jefry bahkan merasa aneh sebab dugaannya mengarah pada kelompok ULMWP yang dianggapnya sedang mencoba merusak pergerakan Petisi Rakyat Papua.

“Mungkin dari simpatisan ULMWP. Sebenarnya saya tidak pernah punya masalah dengan mereka, tapi kejadian seperti ini tentu membuat saya berpikir ulang. Hanya saja sangat disayangkan karena ULMWP adalah organisasi yang seharusnya menjadi wadah perjuangan, tapi yang terjadi sekarang mereka seakan tidak mau kalah karena minim eksistensi,” tambah Jefry.

Diketahuai sebelumnya ulmwp melalui Buchtar Tabuni menyebutkan bahwa PRP telah termakan permainan politik yang dilakukan pemerintah Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Buchtar yang menilai jika perjuangan sesungguhnya adalah untuk melepaskan jerat belenggu.

“Perjuangan yang kita upayakan tujuannya untuk kebebasan dan memberi hak-hak yang dimiliki oleh orang Papua, bukan malah ikut arus permainan. Perjuangan seperti itu tidak akan pernah membuahkan hasil,” ungkap Buchtar Tabuni.

0 komentar:

Posting Komentar