Sabtu, 16 Juli 2022

Klarifikasi Jefri Wenda dan PRP Dianggap Simbol Kekalahan


Menanggapi kabar terkait pemekaran wilayah atau pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua, salah seorang petinggi organisasi ULMWP mengungkapkan pendapatnya bahwa ada ketidak sinambungan jika hal tersebut dikaitkan dengan aksi perjuangan. (16/7)

Menurut Bazoka Logo upaya-upaya yang dilakukan oleh organisasi di dalam negeri akan menjadi percuma. Kabar terkait aksi penolakan DOB bahkan sampai harus menyeret nama Jefri Wenda sebagai juru bicara organisasi Petisi Rakyat Papua (PRP) ke kantor kepolisian.

“Ketia ULMWP sudah mulai mengembangkan sayap diplomasinya bahkan sampai ke luar negeri, organisasi PRP justru sekarang sedang sibuk melakukan klarifikasi atas aksi yang mereka sendiri lakukan,” ujar Bazoka Logo.

Bazoka Logo mengatakan bahwa seharusnya aksi yang dianggap sebagai jalan perjuangan sepenuhnya harus bernilai kebenaran. Sehingga upaya klarifikasi yang dilakukan oleh Jefri Wenda dianggapnya sebagai simbol bahwa aksi PRP sudah kalah.

“Belum sampai otsus dan DOB dicabut tapi jubirnya sudah sibuk klrifikasi, apa yang dianggap benar kenapa harus sampai diklarifikasi. Saya merasa kalau PRP sudah kalah sebelum bertanding,” tambahnya.

Terkait ketidak jelasan aksi penolakan pemekaran tersebut, menurut Bazoka Logo perjuangan bagi rakyat Papua yang paling tepat dan akan memberi pengaruh adalah lewat jalur diplomasi di luar negeri.

“Alasan kuat mengapa diplomasi di luar negeri itu jauh lebih efektif adalah karena kami tidak ikut arus permainan. Kami yang menentukan sendiri mau dibawa kemana Papua ini. Kami juga tidak perlu melakukan klarifikasi apalagi sampai harus berurusan dengan kepolisian,” ujarnya.

0 komentar:

Posting Komentar