Rabu, 20 Juli 2022

Lagi! Kelompok Separatis Bunuh Warga Sipil di Yahukimo


Kelompok separatis kembali melakukan teror dan pembunuhan di kabupaten Yahukimo, Selasa (19/7) malam. Seorang korban yang merupakan warga sipil dihabisi oleh belasan anggota kelompok separatis pimpinan Bocor Sabolim dengan dalih dituduh sebagai mata-mata.

Peristiwa biadab tersebut dikonfirmasi oleh juru bicara kelompok separatis Sebby Sambom, menurut Sambom pihaknya telah membunuh korban pulul 19.00 malam dan lantas meninggalkan jasadnya di lokasi kejadian.

“TPNPB dibawah pimpinan Bocor Sobolim berhasil bunuh seorang anggota intelijen Indonesia yang menyamar sebagai pendulang emas di Korowai,” ungkap Sebby Sambom.

Dalam waktu berdekatan diketahui bahwa kelompok separatis telah melakukan aksi kejahatan kemanusiaan, sebab sebelumnya kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Nduga, 12 orang diketahui menjadi korban dan 10 diantaranya telah dinyatakan tewas.

Menurut salah seorang tokoh pemuda asal Papua, Ali Kabiay, aksi yang dilakukan oleh kelompok separatis sebelumnya sudah sangat keterlaluan dan tidak bisa ditoleransi. Dirinya menyinggung soal perjuangan pembebasan Papua yang tidak sesuai “porsinya”.

“Artinya dalam waktu berdekatan sudah ada 2 kejadian yang sangat luar biasa, belum habis penyerangan terhadap 12 orang di Nduga, saat ini kita semua dengar kabar dari Yahukimo. Aksi yang dilakukan kelompok separatis sudah sangat keterlaluan,” ujar Kabiay.

“Apa yang orang-orang tua kita inginkan soal Papua merdeka dahulu tidak bisa kita sikapi dengan pemikiran yang sempit, apalagi sampai melahirkan gerakan-gerakan teror. Merdeka itu artinya bebas, sekarang ini kita sudah diberikan kebebasan bahkan juga dilindungi oleh negara,” tambahnya.

Terkait maraknya aksi teror yang terus dilakukan oleh kelompok separatis, Ali Kabiay meminta kepada aparat keamanan untuk segera melakukan langkah-langkah strategis dalam melakukan penindakan terhadap pelaku dan juga sebagai upaya pemulihan situasi keamanan.

“Aparat keamanan TNI-Polri bisa mengambil langkah yang lebih strategis, selain karena aksi yang dilakukan kelompok separatis sudah melanggar hukum undang-undang, pemulihan situasi keamanan juga perlu dilakukan,” ungkap Kabiay.

0 komentar:

Posting Komentar