Senin, 11 Juli 2022

Mahasiswa Harus Jeli Lihat Pemekaran untuk Kemajuan Papua


Pemekaran atau Daerah Otonomi Baru (DOB) diharapkan tidak hanya mampu mengangkat sudut pandang pembangunan fisik di Papua, namun juga harus mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai perwujudan pembangunan non fisik yang sama pentingnya.

Menurut Ketua Badan Musyawarah Papua, Willem F Ansanay, hal yang paling ditekankannya adalah keterlibatan masyarakat asli Papua terutama kelompok terpelajar untuk lebih pro-aktif menyukseskan program jangka panjang tersebut. (11/7)

“DOB dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan di Papua. Saya berharap kepada adik-adik mahasiswa yang sekarang ini tersebar di seluruh Indonesia, segera selesaikan pendidikan dan pulanglah ke Papua untuk membangun. Harus ada keterlibatan mereka disana, jangan hanya menjadi penonton,” ujar Willem.

Willem menambahkan bahwa penyelenggaraa    n pemerintahan lewat otonomi khusus (otsus) yang diberikan terhadap Papua juga telah memberikan kesempatan yang sangat luas kepada orang Papua untuk turut andil dalam pelaksanaan pembangunan.

“Kesempatan sebenarnya juga semakin luas karena Papua punya otsus, bahkan setelah efektifnya pemerintahan di provinsi baru juga menambah peluang itu. Mahasiswa yang sekarang ini sudah pasti punya peluang yang sangat besar, karena memang mereka akan dibutuhkan,” tambahnya.

Willem juga menegaskan bahwa tujuan utama pemekaran sebagai upaya mengikis kesenjangan akan berbanding lurus dengan hadirnya kelompok terdidik. Sehingga dirinya menerkan bahwa tujuan utama untuk menyejahterakan masyarakat Papua akan semakin mudah digapai.

“Apa yang kita harapkan adalah membuat Papua semakin baik dalam waktu ke waktu. Kalau pembangunan jalan, ada orang-orangnya juga jalan, tentunya inilah yang kita inginkan. Sebab ada harapan besar untuk masa depan Papua,” ungkap Willem.

0 komentar:

Posting Komentar