Sabtu, 02 Juli 2022

Pasca Disahkannya DOB, Orang Papua Siap Membangun Kemajuan


Pembangunan papua yang terhambat banyak disebutkan akibat pengaruh dari kelompok anti pemerintah. Dalam program otonomi khusus (otsus) sebelumnya dan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang akhirnya telah disahkan pada 30 Juni 2022 lalu pun banak terjadi penolakan dari pihak-pihak yang diketahui terafiliasi dengan gerakan separatisme di Papua.

Menurut salah seorang Tokoh Pemuda Saireri, Ali Albert Kabiay, dalam menanggapi dinamika tersebut menyebutkan bahwa kemajuan dan pembangunan bagi Papua sudah sepantasnya tetap diperjuangkan dari pihak-pihak yang dikatakannya bertolak belakang. (2/7)

“Memang tidak bisa dipungkiri kalau ada pihak-pihak tertentu yang punya kepentingan bertolak belakang, mereka seperti tidak mau kalau Papua menjadi semakin maju. Padahal kita tahu kalau faktanya Papua masih jauh tertinggal dengan banyak keterbatasan,” ungkap Ali Kabiay. 

Ali Kabiay menjelaskan bahwa era sudah mulai berganti, menurutnya kata perlawanan dalam arti fisik sudah tidak lagi relevan dalam kehidupan kemanusiaan. Ali menjabarkan bahwa perlawanan yang harus disadari oleh seluruh Orang Asli Papua (OAP) adalah perlawanan melawan rendahnya tingkat sumber daya manusia.

"Telah disahkannya DOB, maka akan terbentuk generasi yang punya semangat progresif untuk siap berperang untuk menuntaskan kemiskinan, meningkatkan pendidikan, dan mulai memikirkan insfratruktur di wilayahnya. Jadi DOB ini semacam jalan pembuka untuk kemajuan Papua," ujarnya.

Menurut Ali Kabiay pemekaran atau DOB dinilai sebagai langkah yang tepat untuk menuntaskan pekerjaan rumah terkait kesejahteraan masyarakat di Papua. Dirinya meyakini pemekaran akan menstimulan sejumlah komponen untuk mulai bergerak aktif dalam menciptakan kesejahteraan di tanah Papua.

"Perlawanan OAP sekarang lebih kepada perang untuk membangun ekonomi, yaitu perang untuk meningkatkan kesejahteraan. Bukan perang hanya semata-mata untuk memisahkan Papua, pemikiran yang seperti itu tidak akan pernah mengubah kondisi, kalimat itu hanya seperti janji yang sudah kuno dan malah membodohi orang Papua," katanya.

Ali Kabiay menegaskan bahwa topik Papua merdeka tidak pernah bisa dikatakan mewakili seluruh orang Papua. Sebab dengan disahkannya DOB orang Papua banyak yang merasa diberi peluang yang sangat besar untuk bisa meningkatkan taraf hidupnya.

"Hanya kelompok tertentu saja yang bicara soal Papua merdeka, bukan orang Papua secara menyeluruh, sebagian besar dari kami justru merasa mulai diberikan ruang agar bisa membangun kemajuan,” ungkat Ali Kabiay.

0 komentar:

Posting Komentar