Kamis, 14 Juli 2022

Petisi Rakyat Papua Bukan Representasi Seluruh Orang Papua


Aksi kelompok Petisi Rakyat Papua (PRP) menolak pemekaran kembali mendapat penolakan bahkan kecaman. Hal tersebut disampaikan oleh tokoh pemuda Papua Charles Kossay. (14/4)

Menurut Kossay pemerintah punya niat baik untuk membangun Papua sehingga sudah sepantasnya mendapat dukungan. Dirinya menolak pernyataan PRP yang mengatasnamakan orang Papua.

"Pemerintah punya niat yang baik, kenapa ada kelompok yang mengatasnamakan orang Papua untuk menolak pemekaran. Klaim yang disuarakan PRP itu tidak bisa dibenarkan," ujar Kossay.

Menurutnya orang Papua tidak menolak pemekaran, justru harapan akan kemajuan di tanah Papua sedang dielu-elukan. Kossay menjelaskan bahwa dirinya berharap lewat pemekaran maka akan memberi kehidupan yang lebih baik bagi generasi penerus.

"Orang Papua mana yang menolak pemekaran, kami ini mau Papua semakin maju. Lewat pemekaran yang dilakukan sekarang tentu akan membuka jalan kehidupan yang lebih baik untuk generasi pendatang," ujarnya.

Kossay juga mengkritisi alasan PRP menolak pemekaran terkait kekhawatiran jika Papua dipenuhi imigran. Menurutnya alasan tersebut sangat tidak realistis dan hanya akan memberi jarak dalam kehidupan bersosial.

"Alasan takut Papua dipenuhi imigran itu sebenarnya sudah menyakiti hati banyak orang. Pernyataan yang disampaikan PRP malah mengkotak-kotakkan masyarakat, tidak baik untuk kehidupan bersosial," kata dia.

Kossay menegaskan bahwa upaya dalam konteks membangun Papua tidak ada istilah orang Papua ataupun pendatang. Dirinya menyebutkan bahwa Papua adalah rumah bersama, bahkan banyak anak-anak Papua sudah banyak yang mencari ilmu di seluruh Indonesia.

"Yang namanya membangun itu tidak penting kamu orang Papua atau pendatang, intinya Papua harus bangkit dan menjadi lebih baik. Karena kita juga harus sadari kalau anak-anak Papua juga banyak yang cari ilmu di seluruh Indonesia," ungkap Kossay.Petisi Rakyat Papua Bukan Representasi Seluruh Orang Papua

Aksi kelompok Petisi Rakyat Papua (PRP) menolak pemekaran kembali mendapat penolakan bahkan kecaman. Hal tersebut disampaikan oleh tokoh pemuda Papua Charles Kossay. (14/4)

Menurut Kossay pemerintah punya niat baik untuk membangun Papua sehingga sudah sepantasnya mendapat dukungan. Dirinya menolak pernyataan PRP yang mengatasnamakan orang Papua.

"Pemerintah punya niat yang baik, kenapa ada kelompok yang mengatasnamakan orang Papua untuk menolak pemekaran. Klaim yang disuarakan PRP itu tidak bisa dibenarkan," ujar Kossay.

Menurutnya orang Papua tidak menolak pemekaran, justru harapan akan kemajuan di tanah Papua sedang dielu-elukan. Kossay menjelaskan bahwa dirinya berharap lewat pemekaran maka akan memberi kehidupan yang lebih baik bagi generasi penerus.

"Orang Papua mana yang menolak pemekaran, kami ini mau Papua semakin maju. Lewat pemekaran yang dilakukan sekarang tentu akan membuka jalan kehidupan yang lebih baik untuk generasi pendatang," ujarnya.

Kossay juga mengkritisi alasan PRP menolak pemekaran terkait kekhawatiran jika Papua dipenuhi imigran. Menurutnya alasan tersebut sangat tidak realistis dan hanya akan memberi jarak dalam kehidupan bersosial.

"Alasan takut Papua dipenuhi imigran itu sebenarnya sudah menyakiti hati banyak orang. Pernyataan yang disampaikan PRP malah mengkotak-kotakkan masyarakat, tidak baik untuk kehidupan bersosial," kata dia.

Kossay menegaskan bahwa upaya dalam konteks membangun Papua tidak ada istilah orang Papua ataupun pendatang. Dirinya menyebutkan bahwa Papua adalah rumah bersama, bahkan banyak anak-anak Papua sudah banyak yang mencari ilmu di seluruh Indonesia.

"Yang namanya membangun itu tidak penting kamu orang Papua atau pendatang, intinya Papua harus bangkit dan menjadi lebih baik. Karena kita juga harus sadari kalau anak-anak Papua juga banyak yang cari ilmu di seluruh Indonesia," ungkap Kossay.

0 komentar:

Posting Komentar