Rabu, 13 Juli 2022

PRP Dituding Hambat Kemajuan Papua


Salah seorang tokoh senior Papua, Franz Korwa menganggap kehadiran Petisi Rakyat Papua (PRP) sebagai organisasi terafiliasi gerakan separatisme justru telah membuat rakyat Papua semakin menderita. (13/7)

"Kondisi di Papua yang serba terbatas masih harus terhambat aksi-aksi dari PRP. Organisasi itu sangat menghambat proses kemajuan, hasilnya rakyat Papua yang harus kembali menderita," ungkap Korwa.

Dirinya menambahkan bahwa PRP yang lahir hanya untuk berpolemik terkait program otonomi khusus dan pemekaran tersebut telah memanfaatkan orang Papua untuk untuk memaksakan kepentingannya.

"Jangan mau kita terpengarug dengan kelompok yang tidak bertanggung jawab seperti PRP atau organisasi lainnya. Mereka memanfaatkan orang Papua untuk memaksakan kepentingan yang pad akhirnya kita bahkan tidak akan merasakannya," tambahnya.

Korwa menjelaskan bahwa sejatinya rakyat Papua sadar jika saat ini yang paling dibutuhkan adalah pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. Sebab faktanya bahwa ketertinggalan Papua diakibatkan karena minimnya ketersediaan infrastruktur.

"Modal utama berkembangnya suatu daerah salah satunya adalah ketersediaan infrastruktur yang menghubungkan antar daerah. Sehingga akan meningkatkan perekonomian. Kita sebagai orang Papua sadar kalau hal itu sangat penting, orang Papua juga mau sejahtera," kata dia.

Meski berulang kali menyebutkan bahwa organisasi PRP telah menghambat proses kemajuan bagi Papua, dirinya tetap meyakini bahwa upaya untuk mendatangkan kesejahteraan bagi Papua akan terus dilakukan oleh pemerintah. 

"Bukti nyata kalau Papua menjadi salah satu wilayah yang diprioritaskan pembangunannya, meski ada gejolak, tidak sedikit penolakan yang diakibatkan kelompok seperti PRP, saya yakin Papua tetap akan berproses menjadi lebih baik," ungkapnya.

0 komentar:

Posting Komentar