Kamis, 21 Juli 2022

Tokoh Adat Kecam Aksi Kelompok Separatis “Habisi” Warga Sipil


Tokoh Adat Papua, Yanto Eluay, dalam sebuah keterangan mengecam pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok separatis di Kabupaten Nduga, Sabtu (16/7). Menurutnya tindakan tersebut sudah diluar batas nilai kemanusiaan dan tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun.

“Terkait kejadian di Nduga yang mengakibatkan 10 orang saudara kami meregang nyawa, kami sangat mengecam tindakan seperti itu. Apapun alasannya tidak pernah bisa dibenarkan melakukan pembunuhan kepada sesama manusia,” ungkap Yaanto Eluay.

Yanto Eluay turut mengungkapkan perasaan dukanya terhadap seluruh korban dalam peristiwa tersebut, sebab pihaknya menyadari bahwa pelaku merupakan bagian dari anak Papua. Dirinya menganggap aksi tersebut juga termasuk sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia.

“Selaku tokoh adat saya mengungkapkan duka cita yang mendalam kepada para korban, sebab pelaku juga merupakan bagian dari anak Papua. Apa yang terjadi di Nduga juga termasuk aksi pelanggaran HAM,” tambahnya.

Anak dari tokoh pergerakan revolusi Papua tersebut juga meminta kepada aparat keamanan TNI Polri untuk dapat menindak tegas pelaku pembunuhan. Hal tersebut dikatakannya sebagai upaya penegakan hukum dan demi melindungi seluruh warga negara Indonesia.

“Supaya tidak terlulang TNI Polri segera menindak tegas para pelaku pembunuhan, sebagai bentuk penegakan hukum, dengan langkah-langkah yang dilakukan itu akan memberikan perlindungan terhadap seluruh warga negara Indonesia,” kata Yanto Eluay.

Rentetan aksi teror yang mengakibatkan korban bagi warga sipil diketahui tidak hanya terjadi di Kabupaten Nduga, sebab pada hari Selasa (19/7) lalu peristiwa serupa juga terjadi. Kelompok separatis pimpinan Bocor Sabolim diketahui telah membunuh seorang warga yang sedang mendulang emas di Distrik Koroway, Yahukimo.

0 komentar:

Posting Komentar