Selasa, 05 Juli 2022

Tokoh Agama Ungkap Pemekaran Hadirkan Kebahagiaan bagi Orang Papua


Pemekaran disebutkan menjadi program pemerintah dalam mempercepat pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat Papua. Terkait hal tersebut, mewakili para tokoh agama di Provinsi Papua, Pdt. Yones Wenda, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah karena secara resmi telah mengesahkan tiga Daerah Otonomi Baru (DOB). 

“Mewakili para tokoh agama se-Provinsi Papua, saya Pdt. Yones Wenda mengucapkan terima kasih karena pemekaran sudah disahkan oleh pemerintah. Pemekaran telah memberi harapan dan rasa bahagia bagi orang Papua. karena memang jika kita melihat kondisi yang terjadi di Papua, sudah tepat dilakukan pemekaran,” ungkap Pdt Yones. (5/7)

Menurut Pdt Yones program pemekaran yang sudah disahkan oleh DPR RI pada 30 Juni 2022 lalu merupakan bentuk kepedulian pemerintah yang diutamakan demi kepentingan masyarakat di seluruh Papua. Dirinya beranggapan bahwa pemekaran sebagai upaya pemangkasan kesenjangan antara Papua dan daerah lain di Indonesia.

“Pemekaran adalah bentuk kepedulian, apa yang sudah dilakukan pemerintah lewat pemekaran itu juga untuk kepentingan masyarakat Papua. Kalau selama ini orang Papua merasa kehidupannya belum semudah daerah lain, maka sekarang adalah saatnya kita membangun. Kita sudah dibukakan jalan, tinggal bagaimana kita melaksanakannya,” tambah Pdt Yones.

Pdt Yones juga mengungkapkan bahwa pemekaran akan mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat Papua. Hal tersebut diungkapkannya melihat pelaksanaan pemekaran akan membuka lapangan pekerjaan yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.

“Pemekaran pada intinya memang untuk mengangkat kesejahteraan di Papua, tentu pemekaran akan membuka lapangan pekerjaan. Kepada anak-anak kami yang sudah menyelesaikan Pendidikan S1 atau S2 ini adalah kesempatan besar,” ujar Pdt Yones.

Dalam keterangannya Pdt Yones turut mengungkapkan bahwa pernyataan sepihak yang dilakukan oleh kelompok tidak bertanggung jawab terkait penolakan pemekaran, merupakan aksi yang tidak merepresentasikan masyarakat Papua secara utuh.

“Orang Papua yang menolak pemekaran itu hanya orang-orang yang punya kepentingan tertentu dan tidak mawakili masyarakat Papua secara utuh. Kami masyarakat di Papua sudah menginginkan perubahan untuk kehidupan yang lebih baik,” tandas Pdt Yones.

0 komentar:

Posting Komentar