Kamis, 07 Juli 2022

Tokoh Papua Tolak Aksi 14 Juli, “Hanya akan Menghambat dan Merugikan”


Pemekaran atau pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) telah resmi disahkan oleh DPR RI dalam rapat paripurna terhitung sejak 30 Juni 2022. Menurut salah seorang tokoh masyarakat Papua, dengan disahkannya 3 provinsi baru maka saat ini tujuan utama untuk membawa Papua dalam kesejahteraan sudah dapat diupayakan. (7/7)

“Setelah semuanya sudah disahkan maka sekarang waktunya membangun cita-cita Papua, segala hal yang dibangun harus didasari untuk menciptakan kesejahteraan bagi orang Papua. Sebab tujuan utama DOB adalah menuntaskan ketertinggalan,” ungkap Nakies Kogoya.

Meski demikian, upaya membangun kesejahteraan bagi Papua dianggapnya bukan perkara yang mudah. Mengingat terdapat kelompok-kelompok tertentu yang berupaya memaksakan kepentingan sehingga menumbuhkan penolakan terhadap program tersebut.

“Kita juga sadari kalau apa yang diharapkan akan menemui hambatan, padahal sudah jelas-jelas kalau tujuan pemekaran untuk membawa kesejahteraan bagi orang Papua. Sangat disayangkan ada kelompok yang tidak bertanggung jawab sedang memaksakan kehendak untuk tujuan yang lain,” tambahnya.

Menurut Nakies Kogoya, aksi sepihak tersebut tidak akan memberi nilai manfaat bagi orang Papua dan hanya menghambat proses kemajuan. Dirinya meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak terpengaruh ajakan dan provokasi yang dilakukan kelompok tertentu dalam menggelar aksi penolakan DOB.

“Kita sebagai orang yang sudah dewasa tentu bisa membedakan hal baik dan buruk. Sudah jelas kalau aksi-aksi yang direncakan kelompok tertentu tidak akan membawa kebaikan, sehingga tidak perlu kita ikut-ikutan,” ujar Kogoya.

Bahkan Nakies Kogoya menduga bahwa rencana aksi sepihak yang akan dilakukan kelompok tertentu dalam menolak DOB di Papua dapat berakibat pada tindakan diluar batas yang berujung pada aksi kriminal.

“Kita tahu siapa koordinatornya, siapa orang-orang dibaliknya. Saya khawatir aksi semacam itu malah berakhir dengan tindakan kriminal. Sebab apa yang sudah direncakan besok bukan baru pertama terjadi, kemarin -kemarin sudah ada kejadian yang sama-sama tidak kita inginkan,” kata dia.

0 komentar:

Posting Komentar