Senin, 18 Juli 2022

ULMWP Kecam Aksi Kekerasan TPNPB-OPM di Nduga


Aksi penyerangan terhadap 12 orang warga sipil di Kabupaten Nduga diketahui telah memantik kemarahan pihak ULMWP sebagai wadah pergerakan pembebasan Papua. (18/7)

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Buchtar Tabuni yang merupakan Ketua Dewan Papua Barat dalam Pemerintahan Sementara ULMWP. Menurutnya aksi yang dilakukan TPNPB-OPM telah merusak pergerakan diplomasi internasional.

"Kami menyesalkan apa yang telah terjadi di Nduga, disaat kami sedang mengupayakan diplomasi di luar negeri, justru ada peristiwa kemanusiaan di dalam negeri," ujar Buchtar.

Buchtar Tabuni menambahkan bahwa hal tersebut telah mencoreng nama ULMWP dan Pemerintahan Sementara. Sebab dirinya menyebut ada beberapa pihak yang menanyakan fakta terkait peristiwa tersebut.

"Ada beberapa pihak yang menanyakan kejadian kemarin, ini sudah mencoreng nama baik ULMWP. Kami meminta pertolongan internasional karena ada isu kemanusiaan disini, tapi kejadian kemarin justru dilakukan pihak kita sendiri," tambahnya.

Buchtar turut menyoroti salah satu korban yang diketahui merupakan tokoh gereja. Buchtar mempercayai bahwa pendeta tidak pernah punya kepentingan diatas pelayanannya.

"Persoalan paling mencurigakan karena ada tokoh gereja juga yang menjadi korban. Pendeta bukan gelar yang sembarang bisa kita dapat, kehidupan seorang pendeta tidak pernah ada kepentingan," sambung Buchtar.

Sebagai perwakilan Pemerintahan Sementara ULMWP, Buchtar Tabuni mengungkapkan rasa duka cita terhadap korban. Dirinya menegaskan bahwa perjuangan pembebasan Papua dapat diwujudkan meskipun tanpa aksi ancaman dan kekerasan.

0 komentar:

Posting Komentar